
Belgia menatap Piala Dunia 2026 dengan situasi yang menarik. Di satu sisi, De Rode Duivels masih membawa nama besar dari generasi emas seperti Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, dan Axel Witsel. Turnamen ini menjadi panggung penting untuk melihat sejauh mana generasi baru seperti Jérémy Doku, Charles De Ketelaere, Amadou Onana, dan Nicolas Raskin mampu mengambil peran lebih besar. Belgia datang bukan hanya untuk mengulang reputasi lama, tetap juga untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing dengan tim elite dunia.
Profil Singkat Tim Nasional Belgia di Piala Dunia 2026
Belgia lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup J zona Eropa, UEFA mencatat Belgia mengamankan tiket langsung ke putaran final, dengan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia adalah finish peringkat ketiga pada edisi tahun 2018, sementara itu penampilan terakhir mereka pada 2022 berakhir di fase grup.
Secara peringkat, Belgia tetap berada di papan atas sepak bola dunia. FIFA menempatkan Belgia di posisi ke-9 ranking dunia pada pembaruan resmi 01 April 2026. Ini menjadi modal penting meski ranking saja tentu tidak cukup untuk menjamin perjalanan jauh di turnamen besar Piala Dunia.
Perjalanan Belgia di kualifikasi terbilang cukup kuat. Mereka menutup Grup J dengan 8 laga, 5 kemenangan, 3 hasil imbang tanpa kekalahan dan mencetak 29 gol, kebobolan 7 kali, dan mengumpulkan 18 poin. Catatan ini menunjukkan Belgia masih punya daya serang yang sangat berbahaya meski lini belakang mereka belum sepenuhnya bebas dari celah.
Performa Belgia di Fase Grup Piala Dunia 2026
Untuk fase grup Piala Dunia 2026, Belgia berada di Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Jadwal mereka dimulai melawan Mesir pada tanggal 15 Juni 2026 di Seattle, kemudian menghadapi Iran pada 21 Juni 2026 di Los Angeles sebelum menutup fase grup melawan Selandia Baru pada 26 Juni di Vancouver.
Karena pertandingan fase grup belum dimainkan, performa Belgia di bagian ini lebih tepat dibaca sebagai pratinjau peluang berdasarkan kekuatan skuad dan data kualifikasi. Di atas kertas, Belgia layak menjadi favorit grup. Namun, Mesir memiliki ancaman besar lewat Mohamed Salah, Iran dikenal sebagai tim yang disiplin dan fisikal, sementara Selandia Baru bisa bermain tanpa beban sebagai underdog.
Format Piala Dunia 2026 juga memberi ruang lebih besar untuk lolos, karena dua tim teratas tiap grup akan melaju ke babak 32 besar, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik. Meski begitu, target Belgia seharusnya tetap menjadi juara grup agar mendapat jalur yang lebih baik di fase gugur.
Pemain Kunci Belgia yang Mencuri Perhatian
Kevin De Bruyne tetap menjadi pusat kreativitas Belgia. Dengan visi bermain, umpan progresif, dan kemampuan mengatur tempo, ia masih menjadi sosok yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Di bawah mistar, Thibaut Courtois memberi pengalaman dan ketenangan besar, terutama dalam laga-laga ketat.
Romelu Lukaku juga tetap menjadi nama penting, meski kondisinya menjadi sorotan karena cedera dan minim menit bermain sebelum turnamen. Reuters mencatat Lukaku tetap dipanggil oleh Rudi Garcia karena statusnya sebagai pencetak gol terbanyak Belgia dengan 89 gol dari 124 caps.
Namun, perhatian besar juga mengarah ke Jérémy Doku. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuatnya menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan. Dalam daftar skuad, Belgia juga membawa nama-nama seperti Charles De Ketelaere, Leandro Trossard, Dodi Lukebakio, Amadou Onana, Youri Tielemans, dan Axel Witsel, yang membuat komposisi tim ini terlihat seimbang antara pengalaman dan energi baru.
Perbandingan Statistik Belgia Dengan Peserta Lain
Jika dibandingkan dengan negara Eropa lain di kualifikasi, produktivitas Belgia cukup menonjol. Mereka mencetak 29 gol, lebih banyak dari Inggris yang mencetak 22 gol, Spanyol 21 gol, Portugal 20 gol, Belanda 27 gol, dan Kroasia 26 gol. Hanya Norwegia yang terlihat lebih eksplosif dengan 37 gol dari 8 pertandingan.
Namun, dari sisi pertahanan, Belgia masih kalah bersih dari beberapa pesaing utama. Inggris menyelesaikan kualifikasi dengan 22 gol dan tanpa kebobolan, Spanyol hanya kebobolan 2 gol, sedangkan Belanda dan Kroasia masing-masing kebobolan 4 gol. Belgia kebobolan 7 gol, angka yang tidak buruk, tetapi cukup menunjukkan bahwa stabilitas bertahan harus menjadi perhatian serius.
Perbandingan ini memperlihatkan karakter Belgia: tajam, agresif, dan kaya opsi serangan, tetapi masih perlu lebih rapi ketika kehilangan bola. Melawan tim-tim besar, detail kecil seperti transisi bertahan dan konsentrasi di menit akhir bisa menentukan nasib mereka.
Evaluasi Perjalanan Tim Nasional Belgia di Piala Dunia 2026
Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi yang realistis namun tetap besar. Mereka punya pengalaman, kualitas individu, dan kedalaman skuad yang cukup untuk melewati fase grup. Kemenangan 7-0 atas Liechtenstein di laga penentu kualifikasi juga menjadi bukti bahwa Belgia masih mampu tampil dominan saat menemukan ritme terbaiknya.
Tantangan utama Belgia adalah menjaga keseimbangan. Mereka tidak boleh terlalu bergantung pada pemain senior, tetapi juga tidak bisa sepenuhnya menyerahkan beban kepada generasi muda. Jika De Bruyne tetap bugar, Courtois tampil konsisten, Lukaku menemukan ketajaman, dan Doku mampu menjadi pembeda, Belgia punya peluang untuk melangkah jauh.
Penutup : Misi Pembuktian De Rode Duivels
Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik penting bagi Belgia. Ini mungkin menjadi kesempatan terakhir bagi beberapa nama besar untuk mengejar mimpi yang belum tercapai, sekaligus panggung awal bagi generasi baru untuk mengambil alih. Belgia tidak datang sebagai tim tanpa tekanan. Mereka datang membawa sejarah, harapan, dan ambisi baru untuk membuktikan bahwa De Rode Duivels belum selesai.

